Kasih ibu kepada Etha,
Tak tehingga sepanjang masa
Hanya membei tak alap embali
Bagai sasuya menyinali dunia
-- Letha ikut bernyanyi sambil menggoyangkan badan, kepala dan merentangkan tangannya, setiap lagu iklan di TV ini dinyanyikan..
Setiap anak pasti mempunyai kesan tersendiri terhadap ibunya. Beberapa tahun lalu, saya pernah suka sekali dengan satu novel karangan mantan Menteri Pendidikan, Bapak Daoed Joesoef, yang berjudul 'Emak'. Novel itu dihadiahkan oleh adik saya tercinta waktu saya berulang tahun ke 29 waktu itu, bersama dengan beberapa tangkai bunga tulip kesukaanku. She knows me so well ^.^
Novel itu merupakan memoir pak Daoed terhadap Ibunya. Kasih sayang ibu, cara mendidik anak-anak, perjuangan ibu untuk anak-anaknya itulah yang menjadikan novel ini menjadi begitu enak dibaca, dan inspiratif. Setelah mebaca novel itu, jadi bercita-cita, nanti saya kalo jadi ibu juga mau seperti itu. Hmmm..
Bagi saya, sosok ibu yang saya kenal tentu saja Mamah. Yang hari ini, 8 Agustus 2011 berulang tahun ke 69 tahun.
Puji Tuhan! Masih diberi kesehatan, semangat, dan kehidupan yang penuh berkat..
Ibu yang penuh kasih sayang, sabar, bijaksana, lucu, apa adanya, tulus, sering tertipu karena belas kasihannya kepada orang lain. Ibu yang lembut, pintar memasak, suka dandan (uhuyy), pandai memotong rambut anak-anaknya (jadi ingat waktu abang saya paling besar berlibur kuliah dengan rambut gondrong, ternyata di Menado dia gak ketemu orang yang bisa pas memotong rambutnya, jadi baru potong rambut lagi di Pekanbaru, sama mamah, ihihihihi), pintar menjahit (waa kalo ini paling oke, waktu saya dan adik saya masih kecil-kecil banget, baju-baju kami dibuatkan sama mamah. Nggak ada yang nyamain deh model dan bahannya hehehehe..). Ibu yang memperjuangkan setiap harinya dengan berdoa, dan bekerja untuk keberhasilan anak-anaknya, membantu Bapak agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik, sehingga bisa mandiri nantinya..
Kalau mengingat semuanya itu, kecil hati saya.. Apakah nanti anak-anak saya akan bisa memandang saya seperti saya memandang ibu saya. Ibu yang menurut saya SANGAT SEMPURNA. Serba bisa..
Banyak nasehat yang diberikan ibu saya terutama dalam menjalani hidup di dunia, tidak hanya sebagai anak, sebagai menantu, sebagai istri, sebagai ibu, tapi terlebih sebagai manusia.. Dan bertukar pikiran dengan Mamah selalu membuat saya menemukan hal-hal baru yang terkadang belum pernah terpikir, atau terlupakan. Mamah yang selalu merendah, 'Mamah hanya sekolah sampai SMA, kamu sekolah tinggi mestinya lebih tau, tapi selama yang Mamah tau beginilah.. bla..bla..bla..' Dan memang tidak hanya saya dan adik saya yang sering curhat sama Mamah, tetapi banyak juga temen-teman Mamah yang sering minta pendapat Mamah. Tua muda. Memang meski pendidikan hanya sampai SMA, tetapi pengalaman hidup Mamah membuat Mamah menjadi begitu bijaksana.
Mamah yang selalu menyemangati agar saya tidak cupet pikirannya, agar saya selalu menggali kemampuan saya sehingga berpikiran lebih maju dan terbuka terhadap hal-hal baru, terutama makanan baru ihihiihi.. Slurp.. Mamah yang seperti sahabat bagi saya, karena saya bisa bercerita tentang segala hal tanpa harus menyembunyikan sesuatu. Mamah yang membuat saya selalu nyaman bertelepon lama-lama. Mamah yang membuat hari-hari saya kembali bersinar setiap habis menelepon, karena hal-hal lucu yang diceritkannya.. Mamah yang terasa begitu dekat dengan saya..
Hari ini saya berdoa, semoga Mamah selalu merasakan kedamaian dihatinya. Selalu sehat. Selalu menjadi berkat bagi banyak orang. Bahagia dalam hidupnya.
Saya juga berdoa, meskipun kelihatan mustahil bagi saya untuk menjadi seperti Mamah, tapi paling tidak saya berharap kelak anak-anak saya merasakan kedekatan yang sama seperti saya merasa dekat dengan Mamah.
AMIN.
Selamat Ulang Tahun ke 69 ya Mah.. Tuhan Yesus Memberkati..
Desy sayang sekali sama Mamah..
Tanjungpinang, 8 Agustus 2011
Tak tehingga sepanjang masa
Hanya membei tak alap embali
Bagai sasuya menyinali dunia
-- Letha ikut bernyanyi sambil menggoyangkan badan, kepala dan merentangkan tangannya, setiap lagu iklan di TV ini dinyanyikan..
Setiap anak pasti mempunyai kesan tersendiri terhadap ibunya. Beberapa tahun lalu, saya pernah suka sekali dengan satu novel karangan mantan Menteri Pendidikan, Bapak Daoed Joesoef, yang berjudul 'Emak'. Novel itu dihadiahkan oleh adik saya tercinta waktu saya berulang tahun ke 29 waktu itu, bersama dengan beberapa tangkai bunga tulip kesukaanku. She knows me so well ^.^
Novel itu merupakan memoir pak Daoed terhadap Ibunya. Kasih sayang ibu, cara mendidik anak-anak, perjuangan ibu untuk anak-anaknya itulah yang menjadikan novel ini menjadi begitu enak dibaca, dan inspiratif. Setelah mebaca novel itu, jadi bercita-cita, nanti saya kalo jadi ibu juga mau seperti itu. Hmmm..
Bagi saya, sosok ibu yang saya kenal tentu saja Mamah. Yang hari ini, 8 Agustus 2011 berulang tahun ke 69 tahun.
Puji Tuhan! Masih diberi kesehatan, semangat, dan kehidupan yang penuh berkat..
Ibu yang penuh kasih sayang, sabar, bijaksana, lucu, apa adanya, tulus, sering tertipu karena belas kasihannya kepada orang lain. Ibu yang lembut, pintar memasak, suka dandan (uhuyy), pandai memotong rambut anak-anaknya (jadi ingat waktu abang saya paling besar berlibur kuliah dengan rambut gondrong, ternyata di Menado dia gak ketemu orang yang bisa pas memotong rambutnya, jadi baru potong rambut lagi di Pekanbaru, sama mamah, ihihihihi), pintar menjahit (waa kalo ini paling oke, waktu saya dan adik saya masih kecil-kecil banget, baju-baju kami dibuatkan sama mamah. Nggak ada yang nyamain deh model dan bahannya hehehehe..). Ibu yang memperjuangkan setiap harinya dengan berdoa, dan bekerja untuk keberhasilan anak-anaknya, membantu Bapak agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik, sehingga bisa mandiri nantinya..
Kalau mengingat semuanya itu, kecil hati saya.. Apakah nanti anak-anak saya akan bisa memandang saya seperti saya memandang ibu saya. Ibu yang menurut saya SANGAT SEMPURNA. Serba bisa..
Banyak nasehat yang diberikan ibu saya terutama dalam menjalani hidup di dunia, tidak hanya sebagai anak, sebagai menantu, sebagai istri, sebagai ibu, tapi terlebih sebagai manusia.. Dan bertukar pikiran dengan Mamah selalu membuat saya menemukan hal-hal baru yang terkadang belum pernah terpikir, atau terlupakan. Mamah yang selalu merendah, 'Mamah hanya sekolah sampai SMA, kamu sekolah tinggi mestinya lebih tau, tapi selama yang Mamah tau beginilah.. bla..bla..bla..' Dan memang tidak hanya saya dan adik saya yang sering curhat sama Mamah, tetapi banyak juga temen-teman Mamah yang sering minta pendapat Mamah. Tua muda. Memang meski pendidikan hanya sampai SMA, tetapi pengalaman hidup Mamah membuat Mamah menjadi begitu bijaksana.
Mamah yang selalu menyemangati agar saya tidak cupet pikirannya, agar saya selalu menggali kemampuan saya sehingga berpikiran lebih maju dan terbuka terhadap hal-hal baru, terutama makanan baru ihihiihi.. Slurp.. Mamah yang seperti sahabat bagi saya, karena saya bisa bercerita tentang segala hal tanpa harus menyembunyikan sesuatu. Mamah yang membuat saya selalu nyaman bertelepon lama-lama. Mamah yang membuat hari-hari saya kembali bersinar setiap habis menelepon, karena hal-hal lucu yang diceritkannya.. Mamah yang terasa begitu dekat dengan saya..
Hari ini saya berdoa, semoga Mamah selalu merasakan kedamaian dihatinya. Selalu sehat. Selalu menjadi berkat bagi banyak orang. Bahagia dalam hidupnya.
Saya juga berdoa, meskipun kelihatan mustahil bagi saya untuk menjadi seperti Mamah, tapi paling tidak saya berharap kelak anak-anak saya merasakan kedekatan yang sama seperti saya merasa dekat dengan Mamah.
AMIN.
Selamat Ulang Tahun ke 69 ya Mah.. Tuhan Yesus Memberkati..
Desy sayang sekali sama Mamah..
Tanjungpinang, 8 Agustus 2011
Comments
Post a Comment