Skip to main content

Mamah dan Kaca Mata Hitamnya

Selama tiga bulan cuti melahirkan Pascal di Pekanbaru mulai awal Maret sampai akhir Mei 2014, begitu banyak cerita, nasehat, dan pengalaman hibdup yang disampaikan Mamah kepada saya. Sebagian besar menjadi pelajaran berharga buat saya, sang anak. Sebagian lagi mengingatkan rasa kagum yang tak pernah luntur akan bagaimana kedua orang tua saya tetap saling menjaga dan mencintai. Dan sebagian lagi adalah berbagai cerita lucu yang dialami Mamah dan Bapak. Salah satunya adalah yang berikut ini.

Beberpa waktu lalu, saya membelikan Mamah kacamata Oriflame yang lagi diskon di Katalog tahun 2013. Saya tau deh, Mamah paling suka pakai kaca mata hitam. Sejak dulu. Adem, katanya. hihihi... Jadi selama tahun lalu itu, dua kali promo kacamata hitam Orfilame dengan model yang berbeda, saya membelikan dua-duanya untuk Mamah. Tentu saja Mamah senang sekali.

Jadi, waktu itu Lebaran hari pertama tahun 2013, Mamah, Bapak dan teman-temannya di perkumpulan Paguyuban Kawulo Ngayogyakarta saling bersilahturahmi. Yang kristiani mengunjungi yang muslim di hari Lebaran. Seperti biasa, kacamata hitam selalu ada di mobil Bapak. Dan hari itu, matahari terik sekali. Begitu mobil keluar dari halaman rumah, Mamah langsung mengambil kaacamata hitam Oriflame  dan memakainya. Wiuuuyyy... Adem dan tentu saja keren..

Rumah pertama yang dikunjungi adalah rumah Pak Badiun (kalau tidak salah hehehe), jauh agak keluar kota Pekanbaru. Begitu turun dari mobil, Mamah langsung bergabung dengan ibu-ibu lainnya, dan meninggalkan Bapak memarkir dan mematikan mesin mobil.

Sambil bercakap-cakap dengan teman-temannya sesama ibu-ibu, Mamah memasuki pintu rumah Pak Badiun dan mengucapkan salam kepada nyonya dan tuan rumah, lalu duduk di sofa. Memandang ke kiri dan ke kanan, Mamah lalu berkata dalam bahasa Jawa yang kira-kira artinya begini: "Ini rumahnya kenapa kok gelap sekali ya, Jeng?" Wekekwekwkekwekwke
Yang lalu dijawab oleh salah satu ibu-ibu itu juga dengan bahasa Jawa: "Anu, Bu Adiyanto, masih pakai kacamata hitam." Bhuahahahahahhahaha... Pantes aja itu rumah jadi 'petheng'. Saking nyamannya itu kacamata hitam, Mamah lupa melepasnya, dan tetap memakainya masuk ke rumah Pak Badiun.

Selesai di rumah Pak Badiun, masuk ke mobil, Mamah langsung protes ke Bapak kenapa gak kasih tau kalo Mamah masih pakai kacamata, yang dijawab Bapak dengan manis: "Lah wong begitu turun langsung kabur sama ibu-ibu itu, gimana Bapak mau kasih tau.. hihihihi.."

Demikian cerita tentang Mamah saya dan kacamata Oriflamenya.


Di foto ini, pada kesempatan lain, Mamah dengan kacamata hitamnya, mungkin juga lupa melepasnya lagi hahahahah... 

Hhmmm... Tas nya keren tuh, pecinta Oriflame pasti kenal juga dengan tas itu heheheheh...



Comments

Popular posts from this blog

Pemenang Kotak Pos 313 Album Donal Bebek

March 22, 2011 at 3:10pm   Kemaren sore pulang kantor, ada paket beramplop coklat. Hmmm.. apa ya? Perasaan gak ada beli barang online.. Setelah dilihat-lihat ternyata paket dari Gramedia Majalah. Tertulis, 'Pemenang Kotak Pos 313 Album Donal Bebek No. 1534.  Haaahhh.. Haaahhh... Kok gak tau ya aku.. Buru-buru keluarin majalah ADB Senin ini dan Senin lalu dari dalam tas kerjaku.. Ternyata suratku dimuat di Kotak Pos 313 Album Donal Bebek Nomor 1534, yang terbit Senin minggu lalu, dan belum sempat baca hahaha.. Surat ini ditulisnya sih udah lama banget, dikiirm ke ADB tahun lalu sebelum cuti melahirkan hehehe.. Ini dia isi suratnya: Halo Donal! Apa kabar? Don, aku tuh mulai kenal kamu sejak kelas III SD. Dan sampai sekarang umurku hampir 36 tahun, aku masih rajin membaca cerita-ceritamu yang kocak, konyol, dan kadang nyebelin hehehe.. Aku pengen share ke kamu beberapa pengalamanku dari kecil hingga saat ini. Dulu, waktu aku duduk di kelas IV SD,...

Sosok Ibu Yang Saya Kenal

Kasih ibu kepada Etha, Tak tehingga sepanjang masa Hanya membei tak alap embali Bagai sasuya menyinali dunia -- Letha ikut bernyanyi sambil menggoyangkan badan, kepala dan merentangkan tangannya, setiap lagu iklan di TV ini dinyanyikan.. Setiap anak pasti mempunyai kesan tersendiri terhadap ibunya. Beberapa tahun lalu, saya pernah suka sekali dengan satu novel karangan mantan Menteri Pendidikan, Bapak Daoed Joesoef, yang berjudul 'Emak'.  Novel itu dihadiahkan oleh adik saya tercinta waktu saya berulang tahun ke 29 waktu itu, bersama dengan beberapa tangkai bunga tulip kesukaanku. She knows me so well ^.^ Novel itu merupakan memoir pak Daoed terhadap Ibunya. Kasih sayang ibu, cara mendidik anak-anak, perjuangan ibu untuk anak-anaknya itulah yang menjadikan novel ini menjadi begitu enak dibaca, dan inspiratif. Setelah mebaca novel itu, jadi bercita-cita, nanti saya kalo jadi ibu juga mau seperti itu. Hmmm.. Bagi saya, sosok ibu yang saya kenal tentu saja Ma...