Kemaren sore pulang kantor, ada paket beramplop coklat. Hmmm.. apa ya? Perasaan gak ada beli barang online..
Setelah dilihat-lihat ternyata paket dari Gramedia Majalah. Tertulis, 'Pemenang Kotak Pos 313 Album Donal Bebek No. 1534. Haaahhh.. Haaahhh... Kok gak tau ya aku.. Buru-buru keluarin majalah ADB Senin ini dan Senin lalu dari dalam tas kerjaku.. Ternyata suratku dimuat di Kotak Pos 313 Album Donal Bebek Nomor 1534, yang terbit Senin minggu lalu, dan belum sempat baca hahaha..
Surat ini ditulisnya sih udah lama banget, dikiirm ke ADB tahun lalu sebelum cuti melahirkan hehehe..
Ini dia isi suratnya:
Halo Donal!
Apa kabar?
Don, aku tuh mulai kenal kamu sejak kelas III SD. Dan sampai sekarang umurku hampir 36 tahun, aku masih rajin membaca cerita-ceritamu yang kocak, konyol, dan kadang nyebelin hehehe.. Aku pengen share ke kamu beberapa pengalamanku dari kecil hingga saat ini.
Dulu, waktu aku duduk di kelas IV SD, wali kelasku suka meminjam majalah Donal Bebek-ku. Aku senang sekali karena ternyata Pak Guru-ku punya hobby sama denganku, baca ADB!
Lalu waktu aku di SMP, teman-teman sekolahku membuatkan nama panggilan baru buatku, BEBEK, lagi-lagi karena ADB. Bukannya marah dipanggil ‘Bebek’ yang bisa berarti ‘tukang ngikut’, aku malah bangga sekali dengan panggilan itu. Soalnya namaku kan cukup pasaran, jadi kalau ada yang nanyain “Desy yang mana sih?”, pasti temanku yang ditanyain itu menjawab,”Itu lho, Desy Bebek”. Mantap! Sampai hari ini, beberapa teman masih memanggilku dengan sebutan itu. Hahaha..
Setelah lulus kuliah dan mulai bekerja, aku sudah biasa kalau ada teman atau atasanku yang geleng-geleng kepala setiap album ADB diantar ke mejaku oleh loper majalah yang berjualan di kantorku.
Satu hal lucu lagi, suamiku bernama depan Dony, nama panggilanmu waktu masih kecil. Kami menikah 1 Desember 2006. Sewaktu mempersiapkan pernikahan kami, aku membuat undangannya dengan gambarmu sedang berdansa mesra dengan Desi. Susah lho cari gambar ini. Yang menemukan, sahabatku, Yeni, waktu kami berdua sedang berbelanja di supermarket. Akhirnya, gambarmu dan Desi, ada di undangan pernikahanku, di kartu ucapan terima kasih, bahkan di cover buku misa untuk Pemberkatan Pernikahan kami. Menyenangkan..
Setelah menikah dan punya anak, anakku yang berumur 1 tahun 10 bulan paling hapal dengan binatang yang bernama bebek. Tiap ADB baru datang, “bebek, bebek, “ katanya hihi.. Dan sekarang, aku sedang hamil anak kedua, suamiku kayanya ngidam baca majalahmu juga. Terutama edisi khusus Gober Bebek.
Majalah-majalah ini setelah kubaca, kukumpulkan sampai beberapa banyak, lalu kukirimkan ke keponakanku di Pekanbaru, yang suka baca ADB juga (papanya, alias abangku yang paling besar juga pengemarmu lho). Namanya Banu, dia bisa baca satu ADB sampai beberapa kali, lalu dia simpan. Katanya nanti untuk Letha, anak sulungku hehe..
Segini dulu aja ceritaku ya Don. Semoga albummu makin seru, dan selalu dapat menghibur siapa saja yang membacanya.
Salam,
Lucia Desy Kurniasari, Tanjungpinang.
Cover ADB 1534
Isi Surat ku di Kotak Pos 313 ADB 1534
Letha dan hadiah dari ADB
Setelah dilihat-lihat ternyata paket dari Gramedia Majalah. Tertulis, 'Pemenang Kotak Pos 313 Album Donal Bebek No. 1534. Haaahhh.. Haaahhh... Kok gak tau ya aku.. Buru-buru keluarin majalah ADB Senin ini dan Senin lalu dari dalam tas kerjaku.. Ternyata suratku dimuat di Kotak Pos 313 Album Donal Bebek Nomor 1534, yang terbit Senin minggu lalu, dan belum sempat baca hahaha..
Surat ini ditulisnya sih udah lama banget, dikiirm ke ADB tahun lalu sebelum cuti melahirkan hehehe..
Ini dia isi suratnya:
Halo Donal!
Apa kabar?
Don, aku tuh mulai kenal kamu sejak kelas III SD. Dan sampai sekarang umurku hampir 36 tahun, aku masih rajin membaca cerita-ceritamu yang kocak, konyol, dan kadang nyebelin hehehe.. Aku pengen share ke kamu beberapa pengalamanku dari kecil hingga saat ini.
Dulu, waktu aku duduk di kelas IV SD, wali kelasku suka meminjam majalah Donal Bebek-ku. Aku senang sekali karena ternyata Pak Guru-ku punya hobby sama denganku, baca ADB!
Lalu waktu aku di SMP, teman-teman sekolahku membuatkan nama panggilan baru buatku, BEBEK, lagi-lagi karena ADB. Bukannya marah dipanggil ‘Bebek’ yang bisa berarti ‘tukang ngikut’, aku malah bangga sekali dengan panggilan itu. Soalnya namaku kan cukup pasaran, jadi kalau ada yang nanyain “Desy yang mana sih?”, pasti temanku yang ditanyain itu menjawab,”Itu lho, Desy Bebek”. Mantap! Sampai hari ini, beberapa teman masih memanggilku dengan sebutan itu. Hahaha..
Setelah lulus kuliah dan mulai bekerja, aku sudah biasa kalau ada teman atau atasanku yang geleng-geleng kepala setiap album ADB diantar ke mejaku oleh loper majalah yang berjualan di kantorku.
Satu hal lucu lagi, suamiku bernama depan Dony, nama panggilanmu waktu masih kecil. Kami menikah 1 Desember 2006. Sewaktu mempersiapkan pernikahan kami, aku membuat undangannya dengan gambarmu sedang berdansa mesra dengan Desi. Susah lho cari gambar ini. Yang menemukan, sahabatku, Yeni, waktu kami berdua sedang berbelanja di supermarket. Akhirnya, gambarmu dan Desi, ada di undangan pernikahanku, di kartu ucapan terima kasih, bahkan di cover buku misa untuk Pemberkatan Pernikahan kami. Menyenangkan..
Setelah menikah dan punya anak, anakku yang berumur 1 tahun 10 bulan paling hapal dengan binatang yang bernama bebek. Tiap ADB baru datang, “bebek, bebek, “ katanya hihi.. Dan sekarang, aku sedang hamil anak kedua, suamiku kayanya ngidam baca majalahmu juga. Terutama edisi khusus Gober Bebek.
Majalah-majalah ini setelah kubaca, kukumpulkan sampai beberapa banyak, lalu kukirimkan ke keponakanku di Pekanbaru, yang suka baca ADB juga (papanya, alias abangku yang paling besar juga pengemarmu lho). Namanya Banu, dia bisa baca satu ADB sampai beberapa kali, lalu dia simpan. Katanya nanti untuk Letha, anak sulungku hehe..
Segini dulu aja ceritaku ya Don. Semoga albummu makin seru, dan selalu dapat menghibur siapa saja yang membacanya.
Salam,
Lucia Desy Kurniasari, Tanjungpinang.
Cover ADB 1534
Isi Surat ku di Kotak Pos 313 ADB 1534
Letha dan hadiah dari ADB
Comments
Post a Comment