Sebagai seorang ibu yang telah melahirkan tiga orang anak, saya
membayangkan dan merasakan betapa bahagianya Ibu muda yang baru saja
melahirkan putra pertamanya. Yogyakarta, 20 Agustus, 75 tahun yang lalu.
Saya membayangkan sang bayi laki-laki kesayangan ini dirawat Ibunya dengan penuh kasih, lembut, sabar dan hati-hati sekali. Ibu yang mendidik lelaki kecil yang mulai bertumbuh besar, dengan teladan kebaikan, menanamkan sifat pantang menyerah, kerendahan hati, ketekunan dalam mengerjakan sesuatu, kejujuran, kedisiplinan, memberikan contoh akan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kehidupan yang kelak sangat berguna bagi si sulung bergaul dan mengarungi hidup.
Saya membayangkan dan merasakan Sang Ibu yang bersedih ketika anak sulungnya jatuh sakit. Atau tersenyum dan tertawa ketika si anak bertingkah lucu. Bangga dan terharu melihat anak laki-laki ini meraih prestasi selama masa kecil dan remajanya.
Saya membayangkan dan merasakan, hati yang berkecamuk ketika Ibu ini harus merelakan anaknya yang beranjak dewasa harus merantau ke pulau Sumatera demi tuntutan tugas pekerjaan. Menikahi seorang gadis cantik yang lalu memberikan cucu-cucu baginya, dan tinggal jauh darinya. Bahagia yang dirasakan dalam diam.
Saya membayangkan dan merasakan harapan dari seorang Ibu yang tak pernah berhenti mendoakan si Sulung untuk setiap apa yang dikerjakannya.
Saya dapat merasakan kasih dan didikan yang dialami oleh si anak sulung ini, sebab demikianlah saya dikasihi dan dididiknya. Sabar dan lembut. Tegas tetapi penuh kasih.
Saya mengerti pelajaran hidup yang dialami oleh si anak sulung ini, karena itu jugalah yang disampaikannya kepada kami anak-anaknya. Agar anak-anaknya dewasa menyikapi hidup dan mengisi hidup.
Saya masih ingat nasehat dan cerita lucu tapi bermakna yang disampaikan oleh si anak sulung ini. Segala cerita bijak dan renungan yang membuka pikiran saya akan segala hal di dunia ini yang belum saya ketahui, ketika saya masih seorang gadis kecil.
Saya mencintai si anak sulung ini, saya sayang sekali padanya.. Dan hari ini saya mau mengucapkan dengan penuh kasih, Selamat Ulang Tahun ke 75, Bapak.. Desy sayang sekali sama Bapak.
Tanjungpinang, 20 Agustus 2015
Saya membayangkan sang bayi laki-laki kesayangan ini dirawat Ibunya dengan penuh kasih, lembut, sabar dan hati-hati sekali. Ibu yang mendidik lelaki kecil yang mulai bertumbuh besar, dengan teladan kebaikan, menanamkan sifat pantang menyerah, kerendahan hati, ketekunan dalam mengerjakan sesuatu, kejujuran, kedisiplinan, memberikan contoh akan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kehidupan yang kelak sangat berguna bagi si sulung bergaul dan mengarungi hidup.
Saya membayangkan dan merasakan Sang Ibu yang bersedih ketika anak sulungnya jatuh sakit. Atau tersenyum dan tertawa ketika si anak bertingkah lucu. Bangga dan terharu melihat anak laki-laki ini meraih prestasi selama masa kecil dan remajanya.
Saya membayangkan dan merasakan, hati yang berkecamuk ketika Ibu ini harus merelakan anaknya yang beranjak dewasa harus merantau ke pulau Sumatera demi tuntutan tugas pekerjaan. Menikahi seorang gadis cantik yang lalu memberikan cucu-cucu baginya, dan tinggal jauh darinya. Bahagia yang dirasakan dalam diam.
Saya membayangkan dan merasakan harapan dari seorang Ibu yang tak pernah berhenti mendoakan si Sulung untuk setiap apa yang dikerjakannya.
Saya dapat merasakan kasih dan didikan yang dialami oleh si anak sulung ini, sebab demikianlah saya dikasihi dan dididiknya. Sabar dan lembut. Tegas tetapi penuh kasih.
Saya mengerti pelajaran hidup yang dialami oleh si anak sulung ini, karena itu jugalah yang disampaikannya kepada kami anak-anaknya. Agar anak-anaknya dewasa menyikapi hidup dan mengisi hidup.
Saya masih ingat nasehat dan cerita lucu tapi bermakna yang disampaikan oleh si anak sulung ini. Segala cerita bijak dan renungan yang membuka pikiran saya akan segala hal di dunia ini yang belum saya ketahui, ketika saya masih seorang gadis kecil.
Saya mencintai si anak sulung ini, saya sayang sekali padanya.. Dan hari ini saya mau mengucapkan dengan penuh kasih, Selamat Ulang Tahun ke 75, Bapak.. Desy sayang sekali sama Bapak.
Tanjungpinang, 20 Agustus 2015
Comments
Post a Comment